Selasa, 06 September 2011

Saka Dirgantara

Satuan Karya Pramuka (Saka) Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.


Tujuan dibentuknya Saka Dirgantara adalah untuk memberikan suatu wadah kegiatan dan latihan di bidang kedirgantaraan bagi anggota Gerakan Pramuka melalui kegiatan nyata dan praktis di bidang kedirgantaraan yang berguna, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat, bangsa dan negara.


Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya



Sejarah 

Ketika Pandoe Oedara dan Biro Aeroclub AURI mengadakan Bouwkamp Pandoe Oedara berasama Aeromodeller seluruh Indonesia di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta tahun 1952 untuk mengembangkan minat dirgantara dikalangan para generasi muda.

Kegiatan tersebut dalah membuat pesawat model Glider yang hasilnya diperlombakan, dan karena banyaknya pandu yang bermunculan pada dekade 60an dengan maksud tertentu, maka Presiden Republik Indonesia mengeluarkan dekrit pembubaran pandu-pandu yang ada di Indonesia yang kemudian dilebur menjadi PRAMUKA.
Makadengan terbentuknya Pramuka, maka pengolahan Pandoe Oedara dilanjutkan dalam bentuk Kompi Pramuka Angkasa, sebagai Instruksi bersama dari Mentri/Panglima Angkatan Udara dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 13 Tahun 1966 dan Nomor: 6 Tahun 1966 tanggal 21 Agustus 1966.
sehubungan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tahun 1984 bab II pasal 4 dan pasal 7 serta Anggara Rumah Tangga Gerakan Pramuka Tahun 1984 bab III Pasal 32 dikaitkan surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor:118/KN/77 tahun 1977 tentang Petunjuk Penyelanggaraan Satuan karya Pramuka (SAKA), maka dianggap perlu untuk mendukung pelaksanaan Instruksi Bersama dari Menteri/Panglima Angkatan Udara dan Ketua Kwartir Nasional Gearkan Pramuka Nomor: 113 Tahun 1966 dan Nomor: 6 Tahun 1966 tanggal 21 Agustus 1966 maka dibentuk Satuan Karya Pramuka Dirgantara dan disingkat Saka Dirgantara.
Selain aktif di Saka anggota Saka Dirgantara Kwarcab Pasuruan tergabung dalam Ababil Aeroclub. Yang terbentuk pada 6 Februari 1966 di Malang Kota 17 dan tujuan kami agar para anggota lebih banyak "teman bermain". 



Tujuan Kami

Sebagai Gerakan Pramuka Saka Dirgantara didirikan untuk mendidik dan mengkader para pemuda dan pelajar Indonesia agar dapat menjadi para penerus cita-cita perjuangan bangsa yang aktif dalam Pembangunan Nasional,khususnya dalam lingkup matra dirgantara Nasional,agar penegakkan supremasi bangsa kita tetep terjaga dari bangsa asing.

Satuan karya Pramuka Dirgantara adalah satuan khusus dibidang matra udara, kegiatan dari Saka Dirgantara adalah Olah raga kedirgantaraan meliputi Aeromodelling, Para Layang, terbang Layang, terjun payung dll, Fasilitas kedirgantaraan dan JAsa Kedirgantaraan,meliputi PLLU (Pengaturan Lalu Lintas Udara), Meteo, Struktur Pesawat, Navigasi Udara,Teknik Mesin Pesawat Udara, SAR dan lain-lain.

Agar dapat memenuhui tugas-tugasnya Anggota Saka Dirgantara dididik secara disiplin damn tegas agar menjadi manusia yang bertanggung jawab, jujur, loyal dan berdisiplin. 




Yang dapat menjadi anggota Saka Dirgantara adalah :


1.Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
2. Pemuda berusia 16-25 tahun, dengan syarat khusus
3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega